Info BPJS Calon Bayi

Peraturan Direksi BPJS
Kesehatan No.32 Tahun 2015

Tentang Petunjuk Teknis
Tentang Tata Cara Pendaftaran dan Pembayaran Iuran Bagi PPU dan BP

Bab III
Pendaftaran Bayi Yang Akan Dilahirkan

Pasal 9

  1. Peserta BPJS Kesehatan dapat mendaftarkan bayi yang akan dilahirkannya, sebagai Peserta.
  2. Bayi sebagaimana dimaksud ayat (1) dapat didaftarkan sejak terdeteksi adanya denyut jantung bayi dalam kandungan, yang dibuktikan dengan melampirkan surat keterangan dokter atau bidan jejaring.
  3. Surat keterangan dokter atau bidan jejaring sebagaimana dimaksud ayat (2) diberikan dokter atau bidan jejaring pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, tanpa melalui pemeriksaan penunjang diagnostik lainnya termasuk ultrasonografi.
  4. Surat keterangan dokter atau bidan jejaring sebagaimana dimaksud ayat (2) paling sedikit memuat :
  • deteksi adanya denyut jantung bayi dalam kandungan;
  • usia bayi dalam kandungan; dan
  • hari perkiraan lahir (HPL)
  1. Pendaftaran bayi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan :
  • mengisi Formulir Daftar isian Peserta (Formulir DIP) sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat (1);
  • menyerahkan surat keterangan dokter atau bidan jejaring sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ; dan
  • menandatangani pernyataan persetujuan untuk mematuhui syarat dan ketentuan yang berlaku sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2).
  1. Selain menandatangani pernyataan persetujuan untuk mematuhui syarat dan ketentuan yang beralaku sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2), Peserta menandatangani pernyataan persetujuan untuk :
  • melakukan pembayaran iuran pertama paling cepat setelah bayi dilahirkan dalam keadaan hidup dan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sejak HPL;
  • melakukan perubahan data bayi selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan setelah kelahiran yang meliputi nama, tanggal lahir, jenis kelamin, dan NIK ; dan
  • menyetujui untuk mengulang proses pendaftaran apabila belum melakukan pembayaran iuran pertama sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kalender sejak HPL dan berlaku tata cara pendaftaran dan pembayaran iuran bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Peserta Bukan Pekerja.
  1. Setelah menerima Formulir DIP yang telah diisi lengkap beserta kelengkapannya, BPJS Kesehatan memberikan nomor virtual account dan Peserta melakukan pembayaran iuran pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (6) huruf a.
  2. Jaminan pelayanan kesehatan dari bayi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku
    sejak iuran pertama dibayar.
  3. Dalam hal Peserta tidak melakukan pembayaran iuran pertama atas bayi sebagaimana dimaksud pada ayat (7) sampai dengan 30 (tiga puluh) hari kalender setelah HPL maka data bayi tersebut akan dinonaktifkan.
  4. Dalam hal bayi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak didaftarkan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender sebelum dilahirkan maka berlaku tata cara pendaftaran dan pembayaran iuaran bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Peserta Bukan Pekerja.

About opank

Saya hanya seorang manusia biasa yang selalu berusaha mencoba apa yang belum pernah saya lakukan yang pastinya berarti buat saya pribadi dan orang lain.
Gallery | This entry was posted in Info BPJS Calon Bayi and tagged . Bookmark the permalink.